Showing posts with label slice of life. Show all posts
Showing posts with label slice of life. Show all posts

Tuesday, November 25, 2025

Second Tattoo - Welcome to 30 Y.O.

    Setelah tatto pertama di lengan kiri di bulan Mei 2025 kemarin, akhirnya aku memutuskan untuk punya tato kedua, dan ini ukuran tatto yang seharusnya aku dapet sebelum umur 30, yah maklum masih trial dulu, biar tau seberapa sakit tatoan. Tapi sakitnya emang tergantung area yang ditatto dan orangnya itu sendiri. 

    Design udah kusiapin sendiri, walaupun masih modal Pinterest dikit sih, setelah jadi trus konsul sama Kane, tatto artisnya. Rencana awal bakal nge-tatto di lengen kiri juga, tapi, pas di kritik abis abisan sama Yuda yang katanta kalo desainku yang itu di apply di lengen jadi keliatan jelek kalo kelipet, make sense sih. Pas aku tanya trus enaknya area mana, jawabannya di sekitar area pinggang samping (perut bawah sampe nyentuh ribs dikit), wauuuuwwww libido ku seketika bergetar guys, desas desusnya sih itu area paling sakit kalo ditatto. Setelah dipikir pikir, masuk juga sih sama tema/meanings desain tattonya yang about pain and acceptance. Oke settled, fix, terobos ajalah pikirku dalem hati.

    NAH, PAS H-3 NI, asam lambung malah naik, beuh tersiksa bukan main, dengkul lemes susah berdiri, alhasil pas jam kerja hampir rebahan di tempat kerja, untung jaga gym berdua, thanks banget broku Agas sudah ngasi injury time, ujung ujungnya sih nyemil Promag sama Demacolin, malemnya malah jadi meriang soalnya. H-2 juga tetep masih meriang meriang lemes, tapi untungnya H-1 udah mendingan, apa mungkin ini efek grogi ya? kayak waktu di ruang karantina pas lomba manjat dulu.

    Hari H tiba. Sebats dua bats duls nyantai bareng Kane, ngobrolin hal yang tydack senonoh as always. Barulah masuk ruang oprasi. Habis kuris hutan mangrove bulu badan, Kane sama timnya sih ngasi peringatan, bahwa area yang mau ditatto ni bakal sakit banget, jadi disaranin pake Numb Cream, biar kayak ada sensasi kebas trus pas ditato sakitnya ga berasam, trus nunggu at least 1 jam an lah, sebats lagi deh, daan oprasi sesar pun dimulai.   


Dari pengalamanku make Numb Cream ini, ada pesan moral yang bisa diambil :
"Jangan bergantung pada apapun, karna pada akhirnya,
dirimu sendiri yang harus bergerak untuk berjuang" 

    Numb Cream bajingan, baru mikir, ternyata ada batas waktunya. Beberapa jam pertama pas mulai tatto gak berasa sama skali, tapi setelah beberapa jam efek kebasnya ilang dong, ujung ujungnya tetep aja harus ngerasain sakit. Naskeleng sakitnya nyiksa, mana desainnya isi ngeblok warna lagi. Tapi untungnya kita rubah plan dari yang awalnya warna ngeblok jadi brushing, and looks better than original design. Ngambil break juga sih, total ada 3 break, overal 6 jam lah ya, sebats dua bats diawal juga termasuk.

And it's done, fuck. Kenapa ya bisa senekat ini wkwk. Worth the pain.


Tattoo Concept Breakdown:
- Red Spider Lily (death, sufferings, painful past)
- Slash (moving on, "fuck this shit", eliminating the painful past
- "Love" Japanese Kanji (by doing so, in the end, may i will find my true love / loving myself more)
(Design idea from Pinterest, modified by me)





 

Tuesday, February 18, 2020

Antara Terus Berlayar dan Menepi

Dari tamat SMA (2014), udah gabung di tim panjat tebing Denpasar, yang dari awalnya cuma megang tim sekolah SMA, sekarang udah sampe bawa tim kota ke ajang lomba provinsi. 86% kegiatan hidupku ada di panjat, selain nemenin anak-anak Denpasar dan club buat latihan di Lapangan Buyung, aku juga nemenin anak SMA4 buat latihan, dari yang awalnya ngayah sampe digaji (walaupun gak seberapa) sama sekolah sampe sekarang tetep nemenin, kecintaan terhadap almamater sekolah, eh bukan sih, lebih tepatnya kecintaan terhadap organisasinya, Bhuana Yasa, kehidupan luar biasaku yang penuh cerita berawal dari masa-masa SMA, ditambah bergabung ke extra organisasi ekstrimis ini. Bhuana Yasa atau biasa di singkat BY, atau bisa juga BHUAYA, merupakan salah satu dari 3 extra besar yang disegani di sekolah itu, terkenal dengan kerasnya, dan entah kenapa aku bisa terjerumus ke neraka jahanam itu. mungkin next time bakal nulis serba serbi perjuanganku jadi anggota tetap BY.

Seperti yang aku bilang sebelumnya, kehidupan luar biasaku dimulai saat SMA, dan berlaku setelahnya. Tibalah waktu itu aku bergabung di tim panjat tebing Denpasar, yang isinya orang-orang luar biasa. Dari yang paling baik hingga yang paling bangsadh ada disini. Keanekaragaman spesies manusia disini, selain perilaku, latar belakang kisah masa lalu dan pekerjaan mereka membuat pandangan dan pengetahuanku terbuka (walaupun belum kebuka lebar banget, setidaknya terbuka aja udah sukur).

Canda dan tawa sebagian besar aku ekspresiin bersama mereka waktu itu, dan, tibalah zaman regenerasi. Orang-orang yang biasa diajak having fun dilapangan satu persatu mulai ngilang, memang alasan pekerjaan adalah alasan yang gabisa dibantah lagi. Mereka yang telah lama berlayar, dan sekarang telah menurunkan layarnya dan menepi, dan bahkan ada yang berlayar tapi mengarungi laut yang berbeda. sering terpintas di pikiranku untuk menjadi mereka, yang menurunkan layar dan menepi begitu saja, sebenernya bisa aja, tapi udah terlanjur terikat, dalam artian mungkin sudah terlalu enjoy? jadinya susah buat ngelepasin. Apa ini sebenarnya yang aku inginkan? lubuk hati terdalam mungkin berkata iya. aku cuma ingin menjaga apa yang diperjuangkan seseorang, tapi lama-lama menjadi terikat dan enjoy. lelah itu pasti, walaupun tak sepadan dengan lelahnya, aku cuma bisa berusaha dan kerja keras. Tak kan ada lagi yang seperti dia, tapi aku percaya kalo kita bersama, "kita" adalah "dia". i'm just missing you all guys.

"2015"

"2017"

"2019"